Sabtu, 30 Juli 2011

Siapa Sih yang Nentuin Halal dan Haram?

Inget beberapa dialog keluarga di film Alangkah Lucunya Negeri Ini:
dialognya insya Allah kaya gini *agak lupa*:

Ibu *lagi ngerjain TTS*: "Siapa sih yang nentuin halal dan haram?"
Ayah: "MUI!"
Ibu: "bukan...5 huruf kok...."
Anak: "ALLAH, bu!"

Hahaha....kadang hal-hal sepele bahkan dasar seperti itu kita sering melupakannya..

Seperti halnya kita menilai benar dan salah terhadap apa yang dilakukan oleh orang lain..mungkin untuk beberapa hal tidak masalah atau bahkan mungkin dianjurkan untuk mengingatkan orang lain...namun sadarkah kita kadang kita menyimpulkan benar atau salah, pahala atau dosa atas apa yang sebenarnya kita sendiri tidak mengerti dan paham, yang kita hanya baru curi dengar dari obrolan atau baca sekilas dari tulisan orang lain? kadang kita menarik kesimpulan dari sesuatu yang kebenaran informasinya pun masih simpang siur (inget cerita "Pasar Sapi dan Pasar Saham)...

Lebih parahnya lagi, kadang kita memaksakan kehendak kita agar orang lain sepaham dengan kita, kalau mereka tidak mau, kita akan menebar ancaman, aniaya, teror terhadap orang yang tidak sepaham dengan kita (insya Allah dan semoga saya tidak seperti itu).

Saya sendiri kadang-kadang juga ragu-ragu sebenarnya apa yang saya lakukan benar atau tidak untuk beberapa hal yang kata orang lain salah apabila saya lakukan. Tapi saya yakin kalau selama apa yang saya lakukan tidak menyakiti orang lain atau membuat kerusakan bagi dunia ini, walaupun mendapat tentangan dari orang lain, dan jika hati saya berkata saya memang harus melakukan hal itu, maka akan saya lakukan. Urusan benar atau salah, dosa atau tidak, biar Allah yang menentukan.

Begitu juga saya berusaha membuat mindset seperti itu ketika menilai orang (walau yang satu ini masih susah dan sering saya langgar), saya berusaha untuk berpikir bahwa apa yang orang lain lakukan (untuk hal2 yang saya masih belum yakin) biarlah itu urusan mereka dengan Tuhan.

Siapa kita hingga sebegitu kurang ajarnya mendahului Yang Maha Menilai?


*maaf bagi pencinta film ALNI kalau saya ngasal dalam mencuplik dialog dalam film itu :D 
*hanya pemikiran pribadi, tidak ada maksud untuk menyindir atau mendiskreditkan seseorang*

Rabu, 29 Juni 2011

Sederhana dalam Mengungkapkan Kebahagiaan

"Alhamdulillah!!!! akhirnya gw ketrima di blablabla...gw dapet blablabla....g nyangka gw dapet nilai 98! padahal usaha gw cuman segini...."

Adakah yang salah dengan pernyataan di atas? ungkapan rasa syukur terhadap pencapaian kita memang bukanlah sesuatu yang salah atau dilarang. Tapi apa rasanya jika kalian berada dalam posisi menjadi orang yang sedang dalam pengharapan untuk mendapatkan apa yang dicapai oleh orang lain tersebut ketika mendengarkan orang itu mengucapkan pernyataan-pernyataan diatas dihadapan kalian? 

Saya yakin pasti ada rasa kecewa, iri sampai-sampai ingin marah kepada mereka ketika kita telah melakukan usaha lebih banyak dari pada seseorang namun malah orang tersebut yang berhasil mencapai apa yang kita harapkan.

Saya akhir-akhir ini juga merasakan dan melihat beberapa atau bahkan mungkin bisa dibilang banyak tentang kejadian ini...karena akhir-akhir ini adalah masa-masa pencarian magang, masa-masa nilai ujian keluar hingga pengumuman snmptn anak-anak sma yang akan menjadi calon mahasiswa. Sering saya sendiri merasa kesal dengan teman saya yang koar-koar mendapatkan nilai bagus dengan usaha yang tidak seberapa, berkoar-koar mereka telah diterima magang disana-sini, melihat adik-adik yang lolos snmptn di universitas tertentu...mereka tidak hanya mengungkapkan rasa syukurnya secara berlebihan namun juga diulang-ulang dihadapan orang-orang yang sedang dalam pengharapan besar untuk mendapat apa yang mereka raih.

Perasaan iri, kecewa dan marah pasti ada di dalam hati orang-orang tersebut, terlebih lagi apabila orang yang beruntung itu melebih-lebihkan dengan menyatakan bahwa usaha yang mereka lakukan hanya sedikit atau mereka sebenernya tidak mengharapkan pencapaian tersebut bahkan yang lebih parah lagi ketika tau bahwa mereka tidak menghargai pencapaian tersebut, contoh dalam hal diterima di universitas yang kita inginkan mereka tidak akan mengambilnya.

Apa yang sebenarnya ingin saya sampaikan adalah saat kita mendapatkan sesuatu atau dalam keadaan sesuatu kita sebaiknya menyikapi hal tersebut secara sederhana karena mungkin diuar sana banyak orang yang iri atas apa yang kita hadapi, baik itu dalam keadaan positif atau negatif. Yang saya maksud negatif disini adalah ketika mengalami sesuatu yang negatif, kita juga jangan mengeluh secara berlebihan karena hal itu juga bisa menyakiti hati orang yang jauh lebih tidak beruntung daripada kita.

Apabila kita meraih sesuatu cukuplah bersyukur secara sewajarnya, tidak perlu dilebih-lebihkan, kalau kita tidak sanggup menahan perasaan syukur kita, carilah tempat yang tepat agar apa yang kita lakukan tidak menyakiti hati orang lain...

Sekian dulu tulisan hari ini...semoga bermanfaat... Mari kita berusaha menjadi orang yang sederhana, kawan!

*oh iya, saya tidak dalam keadaan iri, kecewa, atau marah dengan orang lain ketika menuliskan post ini...(biar ngak ada yang salah paham.. :D )

akhir kata, KEEP MOVING FORWARD! *slogan yang telah lama terlupakan*

(kok setelah dibaca ulang isinya aneh ya? hahaha...semoga yang baca paham maksudnya..*males ngebenerin*)

Selasa, 14 Juni 2011

Catatan Pribadi Saya: Menyikapi Pendapat Orang Lain

Beberapa waktu lalu saya membaca rally tulisan tentang mantan presiden Soeharto yang ditulis di vivanews beberapa hari belakangan ini. Namun tulisan ini tidak akan membahas tentang hal itu.

Terlepas dari penilaian orang tentang kesengajaan tulisan itu dibuat untuk membuat opini publik karena isu pemberian gelar pahlawan kepada Pak Harto, saya mendapatkan beberapa pelajaran dari hal ini..

Dari komentar-komentar di bawah tiap tulisan kita bisa baca bahwa tidak sedikit orang yang memiliki pandangan negatif terhadap beliau, namun tidak sedikit pula yang mengelu-elukan beliau. Banyak orang yang merasa negara ini belum pernah sehebat kala dibawah kepemimpinan beliau, namun ada pula yang berpendapat bahwa beliau terlalu banyak membuat orang menderita. Saya? saya yakin kalau semua orang itu sebenarnya memiliki fitrah yang baik, kalau pun orang tersebut berbuat salah, pasti ada alasan dibalik semua itu, dan saya pun apabila berada di posisi beliau belum tentu bisa berbuat apa-apa.

Pelajaran yang saya dapat adalah setiap kita mengambil suatu keputusan atau memutuskan untuk bersikap tentang sesuatu, kita harus siap dengan segala feedback dari orang-orang yang memiliki ikatan dengan keputusan tersebut, bisa jadi kita akan mendapat berbagai sanjungan atas keputusan yang kita buat, namun pasti ada juga respon negatif, celaan atau kritikan, atas keputusan itu. Pasti akan ada suatu pro dan kontra, karena tiap orang memiliki sudut pandang yang berbeda-beda dalam menyikapi suatu hal.

Kadang saat kita khawatir dengan bagaimana respon orang atau saat kita sudah mendengar bahwa banyak orang yang menentang keputusan kita, kita menjadi takut untuk menjalankan keputusan itu atau kalau sudah berjalan kita jadi ragu untuk menlanjutkannya, walaupun kita tau sebenarnya itu adalah keputusan terbaik yang bisa kita lakukan.

Yang saya dapatkan dari kisah Pak Harto dan beberapa pemimpin-pemimpin lainnya adalah mereka berani mengambil keputusan penting walaupun hal itu akan menurunkan krediblitas mereka dimata orang-orang..yah meskipun mengambil keputusan itu memang sudah menjadi kewajiban dari pemimpin-pemimpin tersebut, namun hal itu sangat susah. Saya sering kali memiliki rencana yang menurut saya akan menghasilkan sesuatu yang bagus, namun saya sering tidak jadi merealisasikannya karena saya tidak memiliki keberanian tersebut.

Oh iya, akhir-akhir ini juga santer terdengar berita tentang Ny. Siami. Seorang ibu yang dikucilkan oleh masyarakat disekitarnya hanya karena dia mengajari nilai kejujuran kepada anaknya. Anaknya yang cerdas dipaksa oleh guru disekolahnya untuk memberikan contekan kepada teman-temannya saat ujian berlangsung. Ny. Siami tidak terima dan melaporkan kecurangan tersebut, namun apesnya dia malah dimusuhi oleh orang-orang di kampungnya dan diusir dari kampung itu karena dianggap mencemari nama baik kampung dan sekolah. Ya...begitulah kondisi yang sering terjadi, pendapat mayoritas sering dianggap yang paling benar. Namun setelah terekspos oleh media, dukungan kepada keluarga Ny. Siami menjadi gencar.

Saya salut kepada ny. Siami karena sangat berani memperjuangkan apa yang menurut dia benar. Hal yang sangat susah untuk dilakukan ketika orang-orang disekitar kita telah terbiasa mengatasnamakan kebersamaan atau nama baik untuk membiarkan perbuatan salah dilakukan.

Semoga saya mampu mengambil dan menerapkan apa yang saya pelajari hari ini, menjadi berani menjadi diri saya sendiri, berani tetap teguh terhadap apa yang saya anggap benar, tidak didikte oleh orang lain. Masa depan kita ada di tangan kita sendiri, orang lain tidak akan peduli akan menjadi apa kita di masa yang akan datang.

Ada beberapa pepatah: "Stand for what is right even if you stand alone" dan "We can't please everybody", pertahankan apa yang Anda anggap benar walaupun mungkin hal itu akan membuat Anda tersakiti dan apa pun yang kita lakukan pasti tidak akan mampu memuaskan semua orang, maka jadilah diri sendiri!

Tulisan ini hanya pendapat pribadi dan dikhususkan untuk saya pribadi. Semoga tulisan ini bermanfaat bagi diri saya dan yang berkenan membaca....
(^^,)

Senin, 13 Juni 2011

Mari Melihat Ke "Bawah"

 Jam-jam segini emang jam-jam yang sangat pas buat "galau"...hahaha...

Apa yang ada dalam pikiran saya sekarang? hmm....saya hanya ingin banyak-banyak bersyukur dan mengajak orang bersyukur tentang bagaimana beruntungnya diri kita saat ini.

Saya merasa sangat beruntung dengan apa yang saya nikmati hingga saat ini. Walaupun sederhana, tapi saya mampu mendapatkan segala kebutuhan yang paling dasar yang benar-benar saya butuhkan.

Saya memiliki keluarga yang lengkap (setidaknya pernah lengkap), makan, minum, tempat tinggal yang walaupun sederhana namun mampu mencukupi kebutuhan hidup saya, keberuntungan-keberuntungan saya, beasiswa untuk menikmati pendidikan yang lebih tinggi, kesehatan, anggota tubuh yang lengkap dan berfungsi dengan insya Allah sempurna, dan lain sebagainya yang mungkin hampir semua yang saya rasakan dan alami patut untuk disyukuri.

Hal ini tiba-tiba terpikirkan oleh saya karena akhir-akhir ini saya sering "ditampar" ketika menyaksikan banyak orang, khususnya anak-anak kecil yang jauh kurang beruntung jika dibandingkan dengan saya.

Setiap pulang dari kampus, saya sering melihat anak-anak kecil, yang bahkan tingginya tidak melebihi motor saya, mencari uang receh di traffic light. Mereka ngamen, jualan makanan ringan, berlari-lari berlomba dengan teman-temannya diantara mobil-mobil dan motor-motor yang kadang tidak mau berhenti saat lampu merah. Mereka bermain-main dengan bahaya hanya untuk bisa makan seadanya. Kadang apa yang mereka hasilkan harus disetor ke preman atau apalah namanya. Diantara mereka mungkin ada yang hampir tidak pernah ingat ataupun melihat wajah orangtuanya, mereka lahir di jalan, ataupun dibuang oleh orangtuanya.

Bulan kemarin kebetulan di kampus saya diadakan sebuah acara memperingati Kebangkitan Nasional. Dalam event ini ada sebuah acara yang diisi oleh Sanggar Anak Matahari, sebuah sanggar yang berisikan anak-anak jalanan. Di acara ini mereka membawakan sebuah makna Kebangkitan Nasional dari mata mereka. Satu hal yang menggelitik saya adalah saat mereka menyinggung tentang masalah aturan pemerintah yang melarang masyarakat memberikan secara langsung uang kepada para peminta-minta di jalanan. Saya sempat setuju dengan peraturan itu, namun ketika mendengarkan "teriakan" langsung dari anak-anak jalanan ini saya menjadi sedikit ragu. Yaa...memang dalam setiap memahami sesuatu kita harus tidak terfokus pada satu sisi saja. Mungkin memang niatnya baik, tapi semuanya sering terbentur dengan keadaan dan kenyataan yang ada di lapangan.

Selain dari anak jalanan tadi, saya juga "ditampar" oleh beberapa hal lain. Salah satunya dari kegiatan yang baru saya mulai (semoga konsisten menjalaninya), yaitu kunjungan ke RSCM untuk menjenguk anak-anak yang menderita penyakit kanker. Walau saya baru berkunjung kesana satu kali, namun kunjungan itu cukup membuat saya merasa sangat-sangat beruntung dengan apa yang saya nikmati. Disana saya melihat anak-anak kecil terbaring tidak berdaya di ranjang rumah sakit, merasakan sakit yang saya pun tidak  mampu dan berani membayangkannya. Mereka seharusnya masih berlari-lari, bermain dengan teman-temannya, masih menikmati masa kanak-kanak yang menyenangkan diluar sana, bebas dari aturan ini itu, bebas dari pandangan kosong, pemandangan raut muka orang tua yang khawatir dan bingung bagaimana mencari dana untuk membiayai biaya penyembuhan yang diluar jangkauan mereka.


Dari hal-hal itu saya berpikir, diluar saya banyak sekali orang, anak-anak kecil yang jauh kurang beruntung dibanding dengan saya, banyak dari mereka tidak hidup di tempat yang layak, makan dan minum hanya ketika benar-benar butuh dan ada, perhatian serta kasih sayang orang tua dan keluarga yang kurang atau bahkan tidak ada, ingin sekolah namun keadaan tidak memperkenankan, ingin bebas berlari-larian namun mungkin tidak mampu..mungkin karena sakit atau mungkin karena kaki yang dibutuhkan untuk berlari tidak lengkap.

Kita atau saya khususnya jarang sekali untuk bersyukur, selalu mengeluh dengan keadaan saya. Setiap diberi tugas malas untuk mengerjakan, makan harus yang kenyang dan enak, dan kadang tidak dihabiskan, tidak puas dengan barang-barang yang kita miliki, iri dengan gadget-gadget baru teman-teman kita, punya uang lebih langsung kita hambur-hamburkan hanya untuk hal-hal yang tidak ada gunanya sama sekali.

Saya sangat ingin membantu anak-anak yang kurang beruntung itu. Saya sudah mencoba melakukan hal-hal kecil yang semoga akan terus secara konsisten saya lakukan dan tentunya secara nilai menjadi lebih besar. Oh, iya...saya juga senang karena ternyata orangorang di dekat saya juga sedikit-sedikit mulai sadar dengan hal ini, mereka juga dengan caranya masing-masing menunjukan kepedulian mereka.

Saya jadi ingat dengan perkataan-perkataan dosen atau beberapa orang yang pernah saya temui. Banyak terjadi korupsi di negara ini dikarenakan orang-orang terlalu rakus memenuhi keinginan pribadi mereka. Mereka kurang memiliki hati yang "halus", dan menurut saya salah satu cara "memperhalus" hati adalah dengan lebih banyak melihat kebawah, membantu mereka yang kurang beruntung. Orang-orang yang kaya namun masyarakat disekitarnya masih kesulitan untuk mencari makan harusnya malu atas dirinya sendiri, sebegitu rakusnya mereka untuk tidak berbagi dengan orang-orang yang tidak mampu. Materi tidak akan dibawa mati, Bung!

Semoga orang-orang baik dan dermawan di dunia ini diberi panjang umur sehingga mereka mampu membantu orang-orang yang dilanda oleh kesusahan.

Sebaiknya tulisan ini selesai disini dari pada makin ngelantur..hahaha....
(^^,)

Minggu, 12 Juni 2011

H-4 Menuju UAS

Mendekati minggu-minggu terakhir di semester 6. Banyak sekali yang berelayutan di otak saya, saling berebut untuk dipikirkan terlebih dahulu.

Seperti di semester-semester sebelumnya, hari-hari terakhir seperti ini pasti jadi hari-hari yang paling kacau bagai saya....yaa..maklum, saya harus mengejar ketertinggalan materi-materi kuliah yang belum saya paham (dan banyak!)...hehe, dari sini bisa dilihat kalau saya jarang ada baik secara fisik ataupun pikiran saat kuliah berlangsung. Selain siap-siap buat UAS, saya masih harus mengerjakan tugas-tugas paper dari hampir semua mata kuliah (dem!).

Selain "hectic"nya urusan perkuliahan itu, ada beberapa hal yang sukses bikin saya tidur larut malam (seringnya sih pagi buta)....beberapa diantaranya:
  1. Yang paling bikin pusing, cari tempat magang! udah masukin beberapa surat permohonan magang, tapi belum ada yang nyangkut. Semoga saya segera cepat dapat kepastian, karena kalau g saya terancam g bisa pulang kampung karena masa libur besok bakal masih nyari-nyari tempat magang...T.T
  2. Beberapa hari yang lalu, si kakak masuk RS gara-gara vertigonya kambuh. (semoga cepat sembuh! dan g kambuh-kambuh lagi...[^^,] )
  3. Duit di kantong semakin menipis, jadi kalau siang dibela-belain g makan, atau kalo ada yang lagi makan pura-pura nyicip...hahaha..
  4. Kemarin dapat kabar kalo kondisi Risma, anak yang menderita kanker yang dirawat di RSCM yang pernah saya ceritakan di post sebelumnya, semakin memburuk. Dokter sudah menyatakan menyerah. Semoga Allah menunjukkan keajaiban padanya. Kalau memang masih diperkenankan sembuh, semoga dipercepat kesembuhannya, namun kalau sudah diperkenankan, semoga tidak terlalu menyakitkan buat dia....dan keluarganya....:'(
  5. dan beberapa hal lain..
wew...ternyata setelah ditulis jadi keliatan lebih banyak..hahaha...semoga saya mampu menghadapinya satu-persatu (aamiin). Ya sudah, setelah dari pagi saya cuman buang-buang waktu dengan melakukan kegiatan yang g jelas, sekarang saatnya nyicil tugas dan baca materi buat ujian.


Semangat buat kita semua!!!! \(^^)/

Minggu, 15 Mei 2011

Aktivitas Baru, Teman Baru

Hari minggu yang luar biasa!!!!

Pagi ini beda dengan minggu-minggu pagi yang sebelumnya, yang biasanya saya isi dengan masih molor di tempat tidur. Saya berusaha bangun pagi dan bersiap-siap untuk pergi ke RSCM untuk berkunjung menjenguk anak-anak yang menderita kanker. Sebenarnya saya sudah memiliki keinginan untuk melakukan ini sejak sekitar 1,5 tahun yang lalu, namun karena kalah dengan rasa malas, baru kali ini saya bisa melakukannya.

Pertama-tama saya ingin sekali ikut menjadi relawan di sebuah yayasan yang beraktivitas di RS Kanker Dharmais, namun setelah kemaren dihubungi, ternyata mereka ada masa pendaftaran bagi para relawan, dan kebetulan sudah lewat sehingga harus nunggu 6 bulan lagi untuk mendaftar.
Akhirnya saya memutuskan untuk ke RSCM saja, setelah dengar informasi dari teman sekampus yang telah terlebih dulu bergabung dengan relawan sebuah yayasan yang beraktivitas di RSCM. Walaupun hari ini saya belum bisa gabung jadi relawan karena mereka tidak beraktivitas hari ini, namun saya masih bisa masuk dan menjenguk beberapa anak yang sedang dirawat disana.

Pagi ini aktivitas di rumah sakit ini masih belum begitu rame, kami  langsung menuju ke bagian anak dan melihat dalam sebuah ruangan terisi beberapa ranjang yang semuanya hampir penuh dengan anak-anak kecil, yang sewajarnya mereka ada di luar ruangan, berlari-lari dengan teman-teman sebayanya. Mereka terbujur lemas, mungkin ada beberapa yang sudah terlihat segar. Kami langsung menuju ke sebuah ruangan yang sengaja dipisahkan dari ranjang yang lain. ruangan kecil yang berisi 6 ranjang, 4 diantaranya terisi.

Pintu Utama RSCM
Di paling sudut, ada pasien yang bernama Risma. Seorang remaja 16 tahun (dia baru kemaren ulang tahun) yang terbujur lemas, badannya sangat-sangat kurus, namun kaki sebelah kanannya membengkak, kalau tidak salah karena kanker tulang. Dia sangat senang ketika teman saya memberikan hadiah ulang tahun sebuah boneka kucing, terlihat sekali dia sangat menyukainya. Dia ditunggui oleh ibunya.

Di samping ranjang Risma, ada seorang anak yang bernama Mirza. Orangnya malu-malu untuk ngomong. Sedang teman saya mengajak ngobrol Risma, saya kebanyakan ngobrol dengan nenek yang menunggui Mirza ini. Mirza baru kelas 5 SD, dia tinggal di Sunter. Menurut cerita neneknya, dia ditinggal oleh ibunya nikah lagi dengan orang lain, sehingga sekarang dijaga oleh neneknya. Saya tidak berani tanya yang aneh-aneh, padahal otak ingin tau ini pengen banget mengorek lebih dalam tentang keluarga Mirza, jangankan tentang keluarganya, tentang penyakitnya pun saya tidak berani bertanya, hanya dapat menyimpulkan dari cerita neneknya. Dari yang saya dengar, Mirza ini sudah seminggu di rawat di rumah sakit ini, seperti penderita kanker lainnya, penyakit yang diderita sering kambuh. Neneknya bercerita bahwa untuk sebulan Mirza bisa 2-3 kali transfusi darah. Satu yang bikin saya salah tingkah adalah saat beliau mengeluhkan tentang biaya yang harus dikeluarkan... Saya tidak tau harus ngomong apa...Satu hal yang bikin saya semakin tercengang adalah sang nenek ternyata pernah terserang stroke, sehingga dia kesulitan untuk berbicara dengan jelas....semoga Allah mengangkat derajat mereka....


Setelah beberapa lama akhirnya kita pamitan. Pas pamitan saya kenalan lagi dengan seorang anak kecil yang dari tadi keliatan seger banget, Namanya Marino. Rambutnya tipis mengarah ke botak, mungkin gara-gara efek obat. Saya melihat semangat dalam dirinya, walaupun saya tau rasa sakit yang dideritanya sangat berat.


Mungkin itu yang bisa saya ceritakan sekarang...sumpah bingung gimana cara mengungkapkannya.
Tapi yang jelas, saya merasa melihat diri saya, ibu saya, dan keluarga saya di dalam orang-orang tersebut. Saya ingat bagaimana dulu banyak mendapat bantuan dari orang-orang disekitar untuk penyembuhan ibu. Jadi kedepannya saya ingin sekali membantu mereka lebih dari sekedar hanya menjenguk dan menemani bercerita, saya ingin sekali membantu mereka dari segi material. Semoga saya diberi rezeki untuk melakukannya.


Semoga Alah selalu memberikan kesabaran terhadap anak-anak itu dan keluarganya, mempermudah segala cara pengobatannya, dan memberikan keikhlasan kepada mereka...

Minggu, 01 Mei 2011

Malas + Kesepian = 3 Hari terbuang

Sudah tiga hari saya tidak keluar rumah sama sekali, dari hari jumat sampai minggu ini.
bahkan sebagian besar waktu hanya saya habiskan di kamar....

Onlen g jelas, buka facebook...nggak ada aktivitas dari temen-temen dekat yang bisa dikomentari, yang ada hanya foto-foto iklan barang dimana temen saya ditag, selebihnya dipenuhi keisengan temen pake aplikasi aneh-aneh di fb.ngantuk

Di twitter juga sama saja, temen-temen yang biasanya diajak berinteraksi jarang muncul, mungkin mereka punya kesibukan lain....dari jumat kemaren isinya cuman orang-orang itu doang yang saling ngobrol layaknya mereka lagi chatting...saya hanya memperhatikan, sesekali update hal-hal nggak jelas yang seketika lewat di pikiran saya.around

Sesekali buka kompas dan vivanews, yang dibaca cuman bagian headline yang updatenya juga lama, berita tidak lepas dari "Royal Wedding", May Day, berita aliran sesat yang isinya orang-orang gendheng itu...marah

Tapi setidaknya ada dua hal yang bener-bener bisa bantu saya mempercepat waktu, YouTube dan Calvin and Hobbes.......
dengan YouTube saya bisa nonton videoclip2 yang dari dulu saya penasaran pengen nonton, serta jadi tau tentang lagu-lagu lain yang asik dan tentunya..langsung download!!
Calvin and Hobbes...comicstrip yang satu ini bener-bener membantu mempercepat waktu, tingkah laku si Calvin sama Hobbes bener-bener bisa bikin ngakak minimal tersenyum, walau kadang saya harus mikir untuk memahami makna jokesnya....*maklum kemampuan bahasa inggris saya pas-pasan*sengihnampakgigi
*terima kasih kepada yang memperkenalkan saya dengan komik ini*

Tentu nggak sepanjang 3 hari ini saya habiskan dengan onlen, tapi emang sebagian besar nggak lepas dari layar laptop....kadang saya nyempetin waktu buat baca novel pinjeman dan.....errrr....ternyata hanya itu yang saya lakuin diluar onlen...hahahahaha.....

Sebenernya banyak hal yang sudah saya rencanakan, pengen nyuci baju yang udah menggunung, hari minggu ke kampus ikutan maen Counter Strike, atau keluar jalan entah kenapa. Untuk nyuci, sampai saat ini masih belum tersentuh karena selama tiga hari ini juga saya tidur sehabis subuh dan akhirnya bangun udah terlalu siang. Ke kampus maen CS juga gagal karena kelompok kami gagal nemu pengganti temen yang g bisa ikutan maen. Dan mau keluar rumah, tapi duit di dompet cuman tingal 15ribu!!!nangih

Mencoba ngobrol sama orang lain tapi apa daya tidak semulus apa yang ada dipikiran. Alat komunikasi yang canggih pun tidak mampu memuluskan jalannya... *apadeh??*

Yak itu lah kegiatan saya di tiga hari yang telah saya sia-siakan ini, tidur, onlen, makan....benar-benar produktif!!

Namun disela tiga hari nggak jelas itu, ada sebuah benda yang lumayan bisa memberi warna baru *hahahaha*, sebuah Samsung B2100 dengan aplikasi pemutar musik dan headsetnya!! barang ini baru dikirim dari Klaten dan sampe hari sabtu kemaren. Sampai ditangan langsung saya isi dengan lagu-lagu dari laptop..........akhirnya saya bisa dengerin lagu dimana saja (lagi)!!!!
siul

Hahaha...dan tulisan kali ini pun muncul karena saya bingung mau ngapain lagi...sebenernya banyak yang harus dilakuin, tapi saya males untuk melakukan hal-hal itu..


Sebenernya hari minggu masih ada beberapa jam lagi, tapi saya pikir sisa hari ini juga bakal tidak berbeda jauh dengan dua hari sebelumnya.....onlen, makan, tidur, dengerin lagu....dan menunggu...

1 Mei 2011 *baru sadar udah ganti bulan*
Ruang Kemalasan, dengan lagu-lagu mellow penambah kacau...hahahaha....