Minggu, 15 Mei 2011

Aktivitas Baru, Teman Baru

Hari minggu yang luar biasa!!!!

Pagi ini beda dengan minggu-minggu pagi yang sebelumnya, yang biasanya saya isi dengan masih molor di tempat tidur. Saya berusaha bangun pagi dan bersiap-siap untuk pergi ke RSCM untuk berkunjung menjenguk anak-anak yang menderita kanker. Sebenarnya saya sudah memiliki keinginan untuk melakukan ini sejak sekitar 1,5 tahun yang lalu, namun karena kalah dengan rasa malas, baru kali ini saya bisa melakukannya.

Pertama-tama saya ingin sekali ikut menjadi relawan di sebuah yayasan yang beraktivitas di RS Kanker Dharmais, namun setelah kemaren dihubungi, ternyata mereka ada masa pendaftaran bagi para relawan, dan kebetulan sudah lewat sehingga harus nunggu 6 bulan lagi untuk mendaftar.
Akhirnya saya memutuskan untuk ke RSCM saja, setelah dengar informasi dari teman sekampus yang telah terlebih dulu bergabung dengan relawan sebuah yayasan yang beraktivitas di RSCM. Walaupun hari ini saya belum bisa gabung jadi relawan karena mereka tidak beraktivitas hari ini, namun saya masih bisa masuk dan menjenguk beberapa anak yang sedang dirawat disana.

Pagi ini aktivitas di rumah sakit ini masih belum begitu rame, kami  langsung menuju ke bagian anak dan melihat dalam sebuah ruangan terisi beberapa ranjang yang semuanya hampir penuh dengan anak-anak kecil, yang sewajarnya mereka ada di luar ruangan, berlari-lari dengan teman-teman sebayanya. Mereka terbujur lemas, mungkin ada beberapa yang sudah terlihat segar. Kami langsung menuju ke sebuah ruangan yang sengaja dipisahkan dari ranjang yang lain. ruangan kecil yang berisi 6 ranjang, 4 diantaranya terisi.

Pintu Utama RSCM
Di paling sudut, ada pasien yang bernama Risma. Seorang remaja 16 tahun (dia baru kemaren ulang tahun) yang terbujur lemas, badannya sangat-sangat kurus, namun kaki sebelah kanannya membengkak, kalau tidak salah karena kanker tulang. Dia sangat senang ketika teman saya memberikan hadiah ulang tahun sebuah boneka kucing, terlihat sekali dia sangat menyukainya. Dia ditunggui oleh ibunya.

Di samping ranjang Risma, ada seorang anak yang bernama Mirza. Orangnya malu-malu untuk ngomong. Sedang teman saya mengajak ngobrol Risma, saya kebanyakan ngobrol dengan nenek yang menunggui Mirza ini. Mirza baru kelas 5 SD, dia tinggal di Sunter. Menurut cerita neneknya, dia ditinggal oleh ibunya nikah lagi dengan orang lain, sehingga sekarang dijaga oleh neneknya. Saya tidak berani tanya yang aneh-aneh, padahal otak ingin tau ini pengen banget mengorek lebih dalam tentang keluarga Mirza, jangankan tentang keluarganya, tentang penyakitnya pun saya tidak berani bertanya, hanya dapat menyimpulkan dari cerita neneknya. Dari yang saya dengar, Mirza ini sudah seminggu di rawat di rumah sakit ini, seperti penderita kanker lainnya, penyakit yang diderita sering kambuh. Neneknya bercerita bahwa untuk sebulan Mirza bisa 2-3 kali transfusi darah. Satu yang bikin saya salah tingkah adalah saat beliau mengeluhkan tentang biaya yang harus dikeluarkan... Saya tidak tau harus ngomong apa...Satu hal yang bikin saya semakin tercengang adalah sang nenek ternyata pernah terserang stroke, sehingga dia kesulitan untuk berbicara dengan jelas....semoga Allah mengangkat derajat mereka....


Setelah beberapa lama akhirnya kita pamitan. Pas pamitan saya kenalan lagi dengan seorang anak kecil yang dari tadi keliatan seger banget, Namanya Marino. Rambutnya tipis mengarah ke botak, mungkin gara-gara efek obat. Saya melihat semangat dalam dirinya, walaupun saya tau rasa sakit yang dideritanya sangat berat.


Mungkin itu yang bisa saya ceritakan sekarang...sumpah bingung gimana cara mengungkapkannya.
Tapi yang jelas, saya merasa melihat diri saya, ibu saya, dan keluarga saya di dalam orang-orang tersebut. Saya ingat bagaimana dulu banyak mendapat bantuan dari orang-orang disekitar untuk penyembuhan ibu. Jadi kedepannya saya ingin sekali membantu mereka lebih dari sekedar hanya menjenguk dan menemani bercerita, saya ingin sekali membantu mereka dari segi material. Semoga saya diberi rezeki untuk melakukannya.


Semoga Alah selalu memberikan kesabaran terhadap anak-anak itu dan keluarganya, mempermudah segala cara pengobatannya, dan memberikan keikhlasan kepada mereka...

Minggu, 01 Mei 2011

Malas + Kesepian = 3 Hari terbuang

Sudah tiga hari saya tidak keluar rumah sama sekali, dari hari jumat sampai minggu ini.
bahkan sebagian besar waktu hanya saya habiskan di kamar....

Onlen g jelas, buka facebook...nggak ada aktivitas dari temen-temen dekat yang bisa dikomentari, yang ada hanya foto-foto iklan barang dimana temen saya ditag, selebihnya dipenuhi keisengan temen pake aplikasi aneh-aneh di fb.ngantuk

Di twitter juga sama saja, temen-temen yang biasanya diajak berinteraksi jarang muncul, mungkin mereka punya kesibukan lain....dari jumat kemaren isinya cuman orang-orang itu doang yang saling ngobrol layaknya mereka lagi chatting...saya hanya memperhatikan, sesekali update hal-hal nggak jelas yang seketika lewat di pikiran saya.around

Sesekali buka kompas dan vivanews, yang dibaca cuman bagian headline yang updatenya juga lama, berita tidak lepas dari "Royal Wedding", May Day, berita aliran sesat yang isinya orang-orang gendheng itu...marah

Tapi setidaknya ada dua hal yang bener-bener bisa bantu saya mempercepat waktu, YouTube dan Calvin and Hobbes.......
dengan YouTube saya bisa nonton videoclip2 yang dari dulu saya penasaran pengen nonton, serta jadi tau tentang lagu-lagu lain yang asik dan tentunya..langsung download!!
Calvin and Hobbes...comicstrip yang satu ini bener-bener membantu mempercepat waktu, tingkah laku si Calvin sama Hobbes bener-bener bisa bikin ngakak minimal tersenyum, walau kadang saya harus mikir untuk memahami makna jokesnya....*maklum kemampuan bahasa inggris saya pas-pasan*sengihnampakgigi
*terima kasih kepada yang memperkenalkan saya dengan komik ini*

Tentu nggak sepanjang 3 hari ini saya habiskan dengan onlen, tapi emang sebagian besar nggak lepas dari layar laptop....kadang saya nyempetin waktu buat baca novel pinjeman dan.....errrr....ternyata hanya itu yang saya lakuin diluar onlen...hahahahaha.....

Sebenernya banyak hal yang sudah saya rencanakan, pengen nyuci baju yang udah menggunung, hari minggu ke kampus ikutan maen Counter Strike, atau keluar jalan entah kenapa. Untuk nyuci, sampai saat ini masih belum tersentuh karena selama tiga hari ini juga saya tidur sehabis subuh dan akhirnya bangun udah terlalu siang. Ke kampus maen CS juga gagal karena kelompok kami gagal nemu pengganti temen yang g bisa ikutan maen. Dan mau keluar rumah, tapi duit di dompet cuman tingal 15ribu!!!nangih

Mencoba ngobrol sama orang lain tapi apa daya tidak semulus apa yang ada dipikiran. Alat komunikasi yang canggih pun tidak mampu memuluskan jalannya... *apadeh??*

Yak itu lah kegiatan saya di tiga hari yang telah saya sia-siakan ini, tidur, onlen, makan....benar-benar produktif!!

Namun disela tiga hari nggak jelas itu, ada sebuah benda yang lumayan bisa memberi warna baru *hahahaha*, sebuah Samsung B2100 dengan aplikasi pemutar musik dan headsetnya!! barang ini baru dikirim dari Klaten dan sampe hari sabtu kemaren. Sampai ditangan langsung saya isi dengan lagu-lagu dari laptop..........akhirnya saya bisa dengerin lagu dimana saja (lagi)!!!!
siul

Hahaha...dan tulisan kali ini pun muncul karena saya bingung mau ngapain lagi...sebenernya banyak yang harus dilakuin, tapi saya males untuk melakukan hal-hal itu..


Sebenernya hari minggu masih ada beberapa jam lagi, tapi saya pikir sisa hari ini juga bakal tidak berbeda jauh dengan dua hari sebelumnya.....onlen, makan, tidur, dengerin lagu....dan menunggu...

1 Mei 2011 *baru sadar udah ganti bulan*
Ruang Kemalasan, dengan lagu-lagu mellow penambah kacau...hahahaha....

Jumat, 22 April 2011

Sebuah Lagu



Suatu saat saya berharap bisa maen piano....meskipun hanya bisa lagu ini....
Suatu saat, semoga...

Sabtu, 16 April 2011

Tidak Tau

Pernah g nonton film My Sister's Keeper? Film yang bercerita tentang seorang anak kecil (Anna) yang dengan "sengaja" dilahirkan di dunia dengan tujuan untuk menyediakan "spare part" organ tubuh bagi saudaranya (Kate) yang terkena kanker darah...

ini posternya:

Di postingan kali ini saya tidak akan bercerita tentang film itu. Udah banyak yang review film itu, atau kalo mau liat reviewnya salah satunya ada di imdb dan kalo g salah ada juga novelnya. Di postingan ni saya ingin bercerita tentang beberapa hal yang mengingatkan saya tentang sesuatu setelah nonton film ini.

Dari film ini, saya teringat tentang bagaimana keluarga saya dahulu, ketika ibu menderita Kanker Serviks (semoga beliau tenang disana...aamiin). Penyakit ini adalah penyakit yang secara perlahan2 dari dalam merusak sel tubuh manusia (butuh waktu yang lama) dan masa penyembuhannya pun juga membutuhkan waktu yang lama. Dengan waktu yang lama ini, tentunya penderita akan merasakan perasaan sakit baik fisik maupun psikis karena berbagai tekanan emosi yang ada dalam diri mereka. Kadang kala karena sudah sangat lama, penderita sudah tidak tahan dengan sakit yang mereka rasakan, sehingga timbul pikiran-pikiran negatif...mereka kadang berpikir bahwa lebih baik hidup mereka berhenti daripada menanggung rasa sakit yang lebih lama lagi.

Tapi tidak hanya seperti itu. Penyakit ini bukan hanya berefek pada penderitanya, tapi juga kepada keluarga si penderita. Kembali ke film tadi, di film tadi diceritakan bagaimana kondisi keluarga tersebut. Dalam film tersebut, semua anggota keluarga sangat perhatian dengan Kate, tapi karena sangat perhatian tersebut, setiap anggota keluarga jadi memiliki perasaan tidak enak untuk membicarakan segala hal yang berkaitan dengan penyakit itu, baik ke penderita maupun ke anggota keluarga lainnya.

Sang ibu yang diperankan oleh Cameroon Diaz, sangat concern sekali dengan anaknya yang menderita kanker tersebut, sampai seolah-olah dia lupa dengan dua anak lainnya dan suaminya yang tentunya juga butuh perhatian. Begitu pula kedua anak yang lain, seperti seorang anak kebanyakan, pastilah mereka punya suatu keinginan, namun dikarenakan kondisi mereka yang seperti itu, kedua anak ini sering kali menyembunyikan perasaan atau keinginannya.

Ya...begitulah kira-kira kondisi keluarga yang dihadapkan dengan penyakit semacam ini (yang butuh waktu lama dan tidak sedikit untuk penyembuhan). Kadang ada sebuah komunikasi yang tidak sehat antar anggota keluarga. Banyak keluh kesah yang tidak tersampaikan, banyak perasaan dan keinginan yang akhirnya hanya dipendam sendirian. Dan kadang kala, saat mereka tidak lagi mampu menahan perasaan tersebut, sering terjadi sebuah luapan emosi yang tentunya tidak diperkirakan. Sering terjadi sebuah adu argumentasi ketika salah satu anggota keluarga mengeluarkan uneg-unegnya mereka, saling mengungkapkan bagaimana pengorbanan mereka.

Mungkin saya bukan seorang psikolog, tapi sebagai salah satu yang pernah mengalami kondisi seperti itu, saya bisa menyimpulkan bahwa untuk keluarga penderita penyakit semacam ini, komunikasi yang baik adalah sesuatu yang sangat penting dijaga, karena selain untuk menjaga perasaan antar anggota keluarga, hal ini juga agar penderita bisa fokus kepada penyembuhan penyakitnya. Bayangkan saja apabila penderita mendengar cek-cok keluarganya, pasti dia akan berpikir macam-macam, berpikir bahwa dia menjadi beban bagi keluarganya. Selain itu juga, satu hal yang sangat dibutuhkan oleh penderita penyakit semacam ini adalah motivasi-motivasi dari orang-orang terdekatnya, dukungan yang kuat bahwa dia masih sangat diharapkan untuk bisa sembuh, bahwa masih banyak orang yang membutuhkan dia untuk tetap bertahan hidup (maafkan saya, Bu
sedih). Perlu juga diketahui bahwa, apabila antar keluarga bisa menjaga komunikasi mereka, kondisi ini malah bisa membuat sebuah keluarga yang sebelumnya pecah menjadi semakin erat.

Sepertinya itu dulu yang bisa saya share*g kuat*...
Sebenarnya saya menulis ini karena saya ingat dengan teman saya yang ibunya juga penderita kanker. Dari tingkah lakunya, mungkin orang-orang berpikir bahwa tidak ada apa-apa degan dirinya, tapi saya bisa melihat jelas bahwa dia berusaha memendam perasaannya. Dia seperti menghindar untuk pulang ke rumah, sengaja berada di kampus lama-lama. Saya tau bahwa dia sebenarnya tidak tahan untuk melihat bagaimana ibunya menahan rasa sakit (mungkin). Saya dulu sering sekali berusaha untuk sesedikit mungkin dekat dengan pikiran itu, dan salah satu caranya adalah dengan sesedikit mungkin berada di rumah atau rumah sakit.....
sedih

Sebenarnya saya ingin langsung ngobrol dengan teman saya, tapi apa daya saya tidak punya nyali untuk ngobrol....semoga dia, entah bagaimana caranya, tau tentang hal ini...
Sebenarnya saya ingin share bahwa cara yang dia atau saya pernah lakukan itu salah...dan itu bakal menjadi satu penyesalan yang sangat besar ketika kita benar-benar sudah tidak mampu untuk dekat lagi dengannya. Dan juga, sebenarnya, seperti yang sudah saya sebutkan diatas, salah satu yang dibutuhkan oleh penderita ad
alah suntikan semangat dari orang-orang terdekat, khususnya dari anak-anaknya, jadi luangkanlah waktu sebanyak-banyaknya untuk selalu ada disampingnya....

Oh iya, kemaren saya baca salah satu website tentang sebuah yayasan yang peduli tentang penderita kanker, khususnya yang masih anak-anak. Sebenernya pengen ikut jadi volunteer atau di yayasan ini disebut "friends", tapi sepertinya saya masih belum bisa ngatur waktu. Rasanya pengen banget ikut ke RS Dharmais ngehibur anak-anak yang tidak tau apa salah mereka hingga mereka bisa terkena penyakit tersebut, bantu keluarga penderita barang sejam-dua jam untuk bisa bebas dari beb
an pikiran mereka........semoga saya bisa dengan segera bergabung...

Kalau yang ingin bergabung dengan yayasan itu, coba masuk di sini. sebenernya masih banyak yayasan yan
g peduli, silahkan "googling".....

Sekian, maaf banget kalo berantakan disana-sini.. semoga berguna...
Oh iya, maaf judulnya g jelas....itu memang disengaja biar g ada yang tiba2 search di google dan tiba2 tersesat di page ini...hehehe...
senyum
Dan mohon doanya semoga ibunda dari teman saya tersebut cepat sembuh...terima kasih...
btw, emoticon saya kenapa jadi aneh2 ya?

Riza
(^^,)

*biar mendramatisir, coba denger Her Diamonds-nya Rob Thomas....hahaha




Minggu, 18 Juli 2010

Rubrik Kartun di Kompas Hari Ini

hei....bagaimana akhir pekan kalian??


Hari ini saya bangun jam 1 siang...hehehemalu... setelah menyelesaikan ritual sehari2...(baca: mandi, makan, dll), seperti biasa saya langsung nyalain laptop dan mencari tahu ada kejadian apa di dunia maya....hohohoho.....


Bosan mantengin laptop, saya baca Kompas minggu ini. Kalau boleh saya simpulkan, Kompas minggu ini bertema "Teh". Dengan judul headline "Citra Diri dalam Secangkir teh", dari mulai halaman awal, kita disuguhkan pemandangan kebun teh di Rancabali, Ciwidey, Bandung yang sangat hijau dan berhias garis2 pematang (bener g ya sebutannya?hehe..) yang seakan mengajak kita untuk berlari2 di sana.... :puppyeyes:<-- mupeng


Setelah membolak-balik halaman demi halaman, ada beberapa bagian yang aneh...di Kompas hari ini: TTS tidak satu halaman dengan kartun2...dikemanain ni rubrik?, ternyata hari ini rubrik TTS dipisah dengan rubrik kartun...setelah baca Panji Koming, saya terkagetkan dengan kemunculan kartun "Mice Cartoon" yang biasanya diisi dengan "Benny & Mice" .....kemana bang Benny?? di episode ini diceritakan permohonan maaf Mice karena pisah dengan Benny..



Sedikit penasaran, saya coba cari tahu kenapa si Benny g ngisi rubrik itu lagi. Akhirnya saya g nemu alasannya...(padahal males nyari...hohoho...). Tapi, fakta yang saya dapet, ternyata si Benny udah mulai g muncul dari minggu kemaren (ketauan kalo minggu kemaren g baca koran....blogger-emoticon.blogspot.com). Dan ini adalah episode minggu kemaren:


wah....seperti yang ditulis di episode hari ini, Mice tanpa Benny bagai Sayur tanpa Garam....kedua tokoh itu seakan2 sudah menjadi satu kesatuan yang tidak bisa dipisahkan. Di setiap episode pasti perpaduan keduannya lah yang menjadi nyawa dari cerita tersebut. Jujur saya merasa sangat janggal baca 2 episode terbaru yang hanya menampilkan tokoh si Mice.....Ayo bang Benny & Mice bersatu lagi.....kita sebagai pembaca setia kalian menunggu kalian untuk rujuk kembali..... Bang Benny cepat lah kembali...blogger-emoticon.blogspot.com


Oh iya....setelah puas baca koran, saya langsung search YouTube videoklip dari Band favorit saya: Rascal Flatts. saya merasa trenyuh melihat salah satu video-nya (lebay....blogger-emoticon.blogspot.com). Penasaran dengan videonya?, nanti bakal saya tulis tapi di postingan lain ya.....biar tulisan ini g kepanjangan....


hohoho...sampai jumpa di tulisan berikutnya....


KEEP MOVING FORWARD!!!!


blogger-emoticon.blogspot.com

Selasa, 13 Juli 2010

Buku Kenangan

hmm...pengen nulis lagi...

Kemaren (atau lusa ya?)....secara tidak sengaja saya melihat buku "Meremas Sampah Menjadi Emas" di deretan buku2 koleksi saya..buku yang dibikin secara keroyokan orang2 FLP (Forum Lingkar Pena), dengan beberapa anggota gerombolannya adalah Ekky Malaky, Afifah Afra, NasSirun PurwOkartun, dkk. Buku ini memaksa saya untuk berpikir, membayangkan jauh kembali ke suasana 1 tahun yang lalu...



Apa yang terjadi satu tahun yang lalu? dan mengapa buku itu menjadi buku yang bisa begitu berkesan bagi saya?


Here's the story....


Ibu saya divonis menderita kanker serviks beberapa tahun yang lalu, saat saya masih kelas 3 SMA.Sejak saat itu ibu menjalani berbagai pengobatan untuk menyembuhkan penyakitnya, mulai dari melakukan operasi pengangkatan rahim, hingga kemoterapi dan penyedotan cairan secara berulang2 yang terdapat di paru-parunya karena ternyata sel kankernya sudah menyebar.

Pengobatan tersebut rutin dilakukan tentunya bertujuan untuk menyembuhkan penyakit ibu...tapi pengobatan itu tidaklah sama seperti kalo kita minum obat batuk yang efek sampingnya paling hanya ngantuk, paling banter mual2...saya melihat dengan mata sendiri bagaimana ibu merasa sangat menderita dengan cara pengobatan2 tersebut, setiap menjalani pengobatan, minimal erangan hingga teriakan kesakitan keluar dari mulut ibu yang lemah.

Beberapa tahun berjalan, hingga akhirnya ibu merasa lelah dengan berbagai teknik pengobatan yang tidak kunjung memberikan efek yang berarti. Beliau, dalam dirinya, mulai tidak percaya dengan khasiat pengobatan2 itu. Walaupun pengobatan terus berjalan, tapi ibu menjalaninya dengan setengah hati, selalu mengeluh dan malas2an menjalaninya. Akhirnya sekitar setahun yang lalu, ibu mulai terlihat menyerah terhadap penyakit yang dideritanya.

Kembali ke buku tadi. Buku 208 halaman + 2 lembar cover tersebut, adalah buku yang diberikan oleh teman kakak saya untuk ibu. Isi buku tersebut adalah motivasi untuk tetap berjuang kala kita menghadapi berbagai masalah seperti pendidikan, kesehatan, dll. Tentu saja tujuan dari dia adalah supaya ibu termotivasi dan tidak kalah dengan penyakitnya..., saya sempat bilang ke ibu bahwa ibu seharusnya baca buku itu agar tetap semangat. Ada beberapa kalimat di halaman depan buku itu:

"Allah hy akan berikan yang terbaik...
Innallaha ma'anna...
Luv U my Mom.
Semoga cepat sembuh"

Tapi Allah memang Maha Berkehendak....sekitar setahun yang lalu ibu dipanggil oleh Allah (semoga dengan penderitan itu, dosa-dosa ibu diampuni oleh Allah...Amiin). Ibu meninggal tanpa pernah membaca buku itu.

Saya sengaja membawa buku itu sebagai salah satu kenangan yang bisa mengingatkanku kepada ibu. Saya membawa buku ini tanpa sepengetahuan kakakku..(hehehe...).

Saya ingin sekali mengucapkan terima kasih kepada teman kakak saya itu. Walaupun buku ini belum sempat dibaca oleh ibu, namun buku ini telah memberikan manfaat kepada saya (sebagai seorang putra dari ibu) untuk kembali bangkit jika saya menghadapi suatu masalah, khususnya saat saya kehilangan seorang ibu. Dengan buku ini, saya sadar bahwa saya harus bangkit, agar ibu bisa bangga memiliki anak yang pantang menyerah dalam menghadapi masalah hidup.

Bagi teman2 yang membaca tulisan ini, saya sangat merekomendasikan agar kalian membaca buku ini. Ambil hikmah dari berbagai kisah2 menarik yang tentunya akan memberikan motivasi agar kita terus berjuang menghadapi masalah hidup.

Masalah yang menghambat kehidupan kita, harusnya kita hadapi dengan semangat pantang menyerah. Allah tidak akan memberikan ujian diluar kemampuan hambaNya. Beliau memberikan masalah sebagai petunjuk, pengingat, atau hukuman bagi kita. Petunjuk jika kita belum mengetahui. Pengingat jika kita lupa terhadap tugas kita sebagai manusia. Hukuman jika kita melanggar ketentuan2 Allah. Masalah akan membuat kita menjadi lebih kuat, lebih sabar, lebih beriman dan bertakwa kepada Allah. Jangan cepat menyerah, karena mungkin saat kita menyerah, sebenarnya kita hanya tinggal selangkah lagi menuju jawaban masalah kita.

Saya ingin berterima kasih kepada teman kakak saya, yang saya tidak tahu namanya. Semoga Allah selalu melimpahkan kesehatan dan keselamatan kepadanya....
Dan aku berdoa untuk ibu, semoga Allah mengampuni segala kesalahan ibu, dan menggabungkannya bersama orang-orang yang beriman di surga...Amin...

Dan sekarang untuk diri saya sendiri.....: KEEP MOVING FORWARD!!!
blogger-emoticon.blogspot.com

Senin, 05 Juli 2010

Di atas Langit Masih ada Langit

hmmmm.....lagi pengen nulis tentang kuliah dan pemikiran gue....semoga nyambung dengan judulnya...hehehe...

Here we goooooo.....

Gue adalah seorang mahasiswa semester 4..
hampir semester 5 lebih tepatnya, jurusan akuntansi di Universitas Bakrie. Pada awalnya, gue sama sekali g ada bayangan untuk masuk di jurusan ilmu sosial manapun, karena dulu waktu gue sma, ada pandangan kalau anak2 sosial itu adalah anak2 buangan yang sebenernya pengen masuk ke jurusan eksakta namun karena kendala nilai, sehingga mereka secara terpaksa harus masuk ke jurusan sosial...yaa walaupun pasti ada 1-2 anak yang emang pada dasarnya udah pengen masuk ke jurusan itu. Jujur kala itu, gue memandang sebelah mata jurusan sosial. Gue berpendapat kalo ilmu sosial itu adalah ilmu yang semua orang pasti bisa menguasainya dengan sangat mudah, walaupun sampai saat ini gue juga belum tau pasti apakah pendapat gue itu benar atau tidak.

Singkat cerita, akhirnya gue memasuki tahapan akhir masa sma dimana semua siswa kelas 3 berbondong-bondong untuk mencari tempat kuliah yang bakal jadi batu loncatan untuk bisa masuk di dunia kerja kedepannya (yah seperti itulah pendapat umum yang beredar saat ini). Gue saat itu cuman daftar UM UGM, dan yaa...bisa ditebak..jurusan2 yang gue pilih semua adalah yang berkaitan dengan ilmu pasti. Namun, selain itu, gue juga mendaftar di Universitas Bakrie d/h Bakrie School of Management, yang hanya memiliki jurusan akuntansi dan menejemen(pada waktu itu) yang keduanya adalah termasuk ilmu sosial. Gue tertarik mendaftar karena iming2 kuliah gratis sampai lulus.

Akhirnya gue pun diterima di UB, dan pengumuman penerimaan itu tepat sehari sebelum dilaksanakannya UM UGM. Dan karena pertimbangan berbagai hal, khususnya ekonomi keluarga gue yang kurang, maka akhirnya gue memutuskan untuk mengambil beasiswa tersebut dan melupakan UM UGM, sehingga gue g lulus UM.

Sebenernya ada pertimbangan lain mengapa gue mengambil jurusan akuntansi ini. Gue berpikir kalau gue bakalan sukses....yaa minimal bisa lah menjadi diatas rata2 di kampus ini. Gue menyimpulkan bahwa kalau nilai gue di ilmu pasti aja lumayan bagus, maka gue bakalan dijamin berhasil di ilmu sosial.

Gue menjalani awal2 kuliah dengan kepercayaan diri yang besar bahkan mungkin berlebihan untuk bisa sukses di jurusan ini. Hal buruknya adalah gue di sma termasuk siswa yang diatas, sehingga mulai tumbuh rasa sombong dalam diri gue, dan hal ini terbawa sampai gue menjalani dunia perkuliahan. Gue merasa lebih hebat, lebih pintar dari anak2 lainnya. Selain itu gue menyepelekan mata kuliah2 yang diberikan, dan jarang belajar.

Apa yang terjadi selanjutnya? nilai gue tidak lebih bagus daripada anak2 lainnya. Ternyata nilai yang lumayan di bidang ilmu pasti tidak menjamin bahwa kita akan berhasil di bidang ilmu sosial. Di semester2 awal gue selalu menyalahkan keadaan di sekitar gue..entah itu dosen, teman belajar, hingga keberuntungan anak2 lainnya.

Hal ini terjadi sampai sekarang, dan alhamdulillah, sedikit demi sedikit fakta ini membuat mata gue terbuka. Gue sadar bahwa sebenernya kesalahan terbesar ada pada diri gue sendiri.

Dengan tulisan yang sangat panjang dan membosankan ini
*Semoga tidak*... gue ingin berbagi nasihat kepada pembaca dan khususnya diri gue sendiri, bahwa kita tidak boleh merasa diri kita paling hebat, karena dibalik suatu kelebihan kita, pasti ada kekurangan yang bagi orang lain itu menjadi kelebihan mereka. Kita tidak boleh merasa paling pintar, karena jika kita sudah merasa diri kita paling pintar, maka pada saat itu lah awal dari proses pembodohan kita. Dengan merasa paling pintar, maka kita akan berhenti belajar, menolak suatu fakta baru, dan dilain pihak orang lain yang merasa dirinya tidak pintar akan lambat laun mendahului kita. Ingatlah bahwa diatas langit masih ada langit... Di dunia ini, tidak ada satu orang mengalahkan orang lain dengan kelebihan yang dimilikinya, yang ada hanyalah dengan kelebihan itu, orang diharapkan bisa saling melengkapi dan membantu.

Jadi, ketika kita mulai merasa paling pintar....should we pretend that this is the end?? NO!! just realize!! that there's sky upon the sky....


KEEP MOVING FORWARD!!! :)
maaf jika ada terdapai berbagai kekurangan, baik dalam segi teknis penulisan, atau pun masalah isi secara keseluruhan.....ayo terus belajar!!!